Halal bihalal IKWAL Jakarta Tahun 2010M/1431H

Dalam pengertian yang lebih luas, halal-bihalal adalah acara maaf-memaafkan pada hari Lebaran. Dalam konteks sempit, pesta kemenangan Lebaran ini diperuntukkan bagi umat Islam yang telah berpuasa, dan mereka yang dengan dilandasi iman.

Menurut Dr. Quraish Shihab, halal-bihalal merupakan kata majemuk dari dua kata bahasa Arab ‘halal’ yang diapit dengan satu kata penghubung ‘ba’ (dibaca: bi) (Shihab, 1992: 317). Meskipun kata ini berasal dari bahasa Arab, namun masyarakat Arab sendiri tidak akan memahami arti halal-bihalal yang merupakan hasil kreativitas bangsa Melayu. Halal-bihalal, tidak lain, adalah hasil pribumisasi ajaran Islam di tengah masyarakat Asia Tenggara.

Kata ‘halal’ memiliki dua makna. Pertama, memiliki arti ‘diperkenankan’. Dalam pengertian pertama ini, kata ‘halal’ adalah lawan dari kata ‘haram’. Kedua, berarti ‘baik’. Dalam pengertian kedua, kata ‘halal’ terkait dengan status kelayakan sebuah makanan. Dalam pengertian terakhir selalu dikaitkan dengan kata thayyib (baik). Akan tetapi, tidak semua yang halal selalu berarti baik. Jadi, dalam hal ini, ukuran halal yang patut dijadikan pedoman, selain makna ‘diperkenankan’, adalah yang baik dan yang menyenangkan.

Sebagai sebuah tradisi khas masyarakat Melayu, halal-bihalal memiliki landasan teologis, yakni dalam Al Qur’an, (Ali ‘Imron: 134-135) diperintahkan, bagi seorang Muslim yang bertakwa bila melakukan kesalahan, paling tidak harus menyadari perbuatannya lalu memohon ampun atas kesalahannya dan berjanji untuk tidak mengulanginya lagi, mampu menahan amarah dan memaafkan dan berbuat kebajikan terhadap orang lain.

Dari ayat ini, selain berisi ajakan untuk saling maaf-memaafkan, halal-bihalal juga dapat diartikan sebagai hubungan antar manusia untuk saling berinteraksi melalui aktivitas yang tidak dilarang serta mengandung sesuatu yang baik dan menyenangkan. Atau bisa dikatakan, bahwa setiap orang dituntut untuk tidak melakukan sesuatu apa pun kecuali yang baik dan menyenangkan.

Halal-bihalal yang merupakan tradisi khas Indonesia dan perlu dilestarikan, untuk itu kami segenap pengurus IKWAL (Ikatan Keluarga Wilayah Lengayang) dan Panitia Halal bihalal IKWAL tahun 2010 mengundang  Bapak/Ibu/Sdr/i untuk menghadiri acara HALAL BI HALAL IDUL FITRI 1431H yang Insya Allah akan dilaksanakan pada :

Hari/Tanggal        : Minggu, 3 Oktober 2010
Pukul                  : 9:00 s/d Selesai
Tempat              : Gedung Pertemuan PHI
Jalan Cempaka Putih Tengah 30/7
Jakarta 10510 (Depan RS Islam)

Merupakan suatu kehormatan bagi kami atas kehadiran Bapak/Ibu/Sdr/i bersilahturahmi untuk merajut tali silahturahim antar Masyarakat Lengayang yang ada di Jakarta dan sekitarnya.

Jakarta, 17 September 2010
Written By
Ir. H. Isnaizal Manti MM
Ketua

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: